Sedihku kali ini..
adalah sedih yang istimewa
Mengingat perjalanan hidup sejauh ini
melewati masa kanak-kanak, remaja, dewasa sampai setengah tua ini tidaklah dengan kehidupan glamour kemewahan (pun tidak juga) dipenuhi duka derita..
sangat biasa saja..
melewati masa-masa dimana sedikit pembangkangan pada orangtua..
merasa orang tua tidak bisa memenuhi semua keinginan anak-anak..
merasa orang tua tidak mengikuti perkembangan zaman atas perkembangan pergaulan di era modern..
merasa orang tua terlalu kuno dalan cara berfikir dan bertindak..
merasa orang tua tidak mampu membantu menyelesaikan permasalahan hidup kami..
merasa..merasa..merasaaaa yang lainnya..achhhh
kini
mengantar, melepasmu yang akan melakukan jihad kepada Khalik sebagai jemaah haji
berkumpullah semua yang ada di hati dan fikiran.. menjadi puncak rasa yang istimewa..
sungguh..
sedih, haru, menyesal, bahagia, sesak, dan bangga memilikimu..
pribadi yang selalu ceria
pribadi yang selalu rendah hati
pribadi yang tidak pernah merasa lebih tinggi di depan sang suami apapun keadaannya
pribadi yang rela ditempatkan dalam kondisi tersulit dalam hidup demi bhaktinya pada suami
pribadi yang tidak pernah mau merepotkan anak-anak dan orang lain
--tetapi selalu ikhlas direpotkan anak-anak dan orang lain..
pribadi yang mengajarkan 'lebih baik kita disakiti, daripada kita menyakiti orang lain'
pribadi yang menurut kebanyakan cerita dari mulut orang sangat menyenangkan..
semua rasaaa...
semoga wanita tua berusia 70 tahun itu, yang berangkat tidak ditemani muhrimnya selalu dijaga Allah dimanapun beliau berada
dimudahkan, dilancarkan dalam melaksanakan kewajibannya pada Sang Pemilik Hidup
diberi sehat dan dikuatkan selama di Rumah-Nya dan sekembalinya di bumi pertiwi..
dan kami..
anak-anakmu
semoga kelak di esok hari sekembalimu, diberikan keluasan waktu untuk bisa memberimu sedikit saja bahagia di akhir usiamu..Mamah..
amin ya rabbal alamin
kabulkan ya Allah..
