Jumat, 16 November 2012

Secuil Kisah berbasis 'khawatir'

oleh Nana Yunita pada 2 Maret 2012 pukul 10:22 ·
Setiap kita pasti pernah merasakan khawatir..
gak mungkin gak pernah

Orang yang sedang ujian khawatir tidak lulus..
Orang yang tidak punya uang khawatir tidak dapat mencukupi kebutuhan hidupnya..
Orang yang tidak memiliki pasangan khawatir tidak memiliki mitra untuk berbagi bahkan mungkin 'bercinta'..
dan segala kemungkinan-kemungkinan yang selalu ada di benak setiap kita..

Saya juga pernah merasa begitu, bahkan mungkin sering.
Ketika saya ingin memulai hidup berumah tangga, saya khawatir tidak bisa bebas lagi, harus selalu melayani suami dan anak (kelak), susah senang akan selalu ketemu lelaki yang sama (tidak bisa bersembunyi seperti jika saat kita masih sama-sama single)..

Ketika menginjak usia awal pernikahan sayapun tidak langsung dianugerahi putra maka timbulah kekhawatiran bahwa saya bermasalah sampai berfikiran negatif..--yang kemudian terobati dengan hadirnya jagoan kecil yang sehat dan tampan--..

Ketika menghadapi keputusan suami yang berhenti bekerja sayapun khawatir terhadap nasib saya dan anak-anak kelak dalam menjalankan kehidupan (walaupun saat itu saya masih aktif bekerja)..

Kekhawatiran ketika putra sulung memasuki usia sekolah dengan segala printil-printil biaya..
Kekhawatiran saat kehilangan calon anak kedua kami..
Kekhawatiran saat melihat orang lain sudah berganti corak dan jenis rumah, sementara kami satu bata-pun belum ada..
Kekhawatiran saat hamil ketiga..
Kekhawatiran saat mendekati waktu melahirkan anak ketiga sementara belum ada tanda-tanda..
Kekhawatiran saat 'paceklik' ASI untuk bayiku..

Namun, dengan spririt man jadda wa jadda (jika bersungguh-sungguh pasti berhasil) dan yakin bahwa si Empunya kehidupan akan memberikan semua yang indah pada waktunya...semua kekhawatiran terkikis sedikit demi sedikit bahkan membesar dengan anugerah yang luar biasa di penghujung tahun 2011..

Subhanallah..
Semoga spirit ini akan selalu ada di benak saya...
karena perjalanan hidup masih sangat panjang sayang...

ay lop may pemeli so mac..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar