-M Dandy Dzaki Budiman-
anakku, relakan ayahmu menuai mimpi
di semilir daun yang meluruh dalam diri
dihela nafas dan batuk almanak yang ia lupa membaliknya
di gemeriap asap, dan lambaian daun kelapa yang merunduk ujungnya..
di muka pintu, antar ayahmu melangkah waktu, anakku..
mengadulah pada bunda
"ayah membawa belati, yang digenggamnya di dada kiri
dan kan ditikamnya di jantung mentari!"
perjalanan ayahmu, ankku
adalah perjalanan penyamun yang terdampar di pinggir pantai
; memegang peta,
namun tak fasih membacanya
maka jadilah kau matahari
yang kan menuntun perahu ayahmu menuju seberang lautan
dan kan ayah tambatkan di kiri kanan impian
Ayahmu, 1 Agustus 2007

anakku, relakan ayahmu menuai mimpi
di semilir daun yang meluruh dalam diri
dihela nafas dan batuk almanak yang ia lupa membaliknya
di gemeriap asap, dan lambaian daun kelapa yang merunduk ujungnya..
di muka pintu, antar ayahmu melangkah waktu, anakku..
mengadulah pada bunda
"ayah membawa belati, yang digenggamnya di dada kiri
dan kan ditikamnya di jantung mentari!"
perjalanan ayahmu, ankku
adalah perjalanan penyamun yang terdampar di pinggir pantai
; memegang peta,
namun tak fasih membacanya
maka jadilah kau matahari
yang kan menuntun perahu ayahmu menuju seberang lautan
dan kan ayah tambatkan di kiri kanan impian
Ayahmu, 1 Agustus 2007
Tidak ada komentar:
Posting Komentar