Alhamdulillah..
Berkah, Rahmat Mu tiada tara, tiada disangka dan berlimpah"
Labbaik Allahumma Labbaik
Labbaika la syariika laka labbaik
innal hamda wanni'mata laka wal mulka laa syariikala..
***
Tulalit..tulalit.. (bunyi panggilan hape dari Ngah)
"Assalamualaikum, Ngah.."salam dengan nada ceria seperti biasa
"Waalaikum salam, Na.." jawabnya
"Nana, pasport nana masih lama kan?" pertanyaannya melanjutkan percakapan
"Masih, Ngah" jawabku pendek dan wajar tanpa ada fikiran yang berlebihan
"Abis kapan, Na?" tanyanya
"Sekitar 2021- lah" jawabku mengira-ngira, maklum usia pasport sudah agak lama
"Coba nana foto in pasportnya!" pinta dan perintahnya, dan seperti biasa kalimat seperti itu harus segera dilaksanakan karena beliau ini ibarat paspampres atau seorang militer bagi saya, telat gerak dikit maka akan keluar kalimat-kalimat mutiara dari mulutnya yang kalo diukur bisa seukuran panjang x lebar lapangan sepakbola .
Mulai curiga..
ada apa, mau ngajak berlibur seperti biasa kah? (kami telah beberapa kali berlibur ke luar negeri atas inisiatif beliau ini)
setelah liburan terakhir ke negeri ginseng -korea selatan- saya sudah tidak lagi berfikir mau liburan lagi, karena sudah liat salju :D :D heheee...
lalu dream selanjutnya cuma pengen ke mekkkah, ya Allah..
tulalit..tulalit..kembali ponsel berbunyi..
"Ya Ngah?"
"Nana siap-siap ya..kita umroh!" suara di seberang sana bikin napas seperti mau berhenti, mata melotot, mulut yang pasti menganga .. gak percaya..sumpah..gak percaya..
"Tolong kirim KK, di screen shoot aja, kirim ke Ngah!" Lanjutnya
Bukannya ngikutin perintahnya, saya malah jejeritan sejadi-jadinya manggil suami yang kebetulan lagi ada di rumah dan tentunya sambil lompat-lompat khas saya yang centil, lincah dan manjaaaahh..setelah tersadar barulah sujud syukur, Allahu Akbar, Allah Maha Baik, Allah Maha Pengatur, Allah Maha Segalanya....
***
Tulalit..tulalit..
sepat saya tangkap ponsel, nomor tak dikenal
"Assalamualaikum Mba Nana, saya dari Travel Umroh Safar Ar Royyan mau memberitahukan besok kita biometrik ya Mba di Plaza Lotus jam 08.00, karena sudah tidak ada waktu lagi, dokumen yang harus dibawa nanti saya kirim via Whats App" suara di seberang sana (yang ternyata mba Nurul Azita, staf kantor cabang di Lampung)
Masih dengan dada yang gegap gempita, dan diserbu instruksi-instruksi dari travel masih belum membuat saya percaya..tapi tetep nurut mengumpulkan semua dokumen yang diminta..KK, scan pasport, surat nikah, foto 4x6, 3x4 (backdrop putih), dll dan ditunggu sampai jam 5 sore itu juga.
***
Setelah proses biometri selesai.
"Mba nanya sih, emang kapan umrohnya?" tanyaku memastikan
"Tanggal 22 Januari Mba" jawabnya dan hari itu adalah tanggal 17 Januari 2019, Subhanallah yaa...Bayangkan impian semua muslim untuk melihat kabah dan saya mendapatkan undangan itu hanya dengan persiapan kurang dari seminggu/5 hari tepatnya. Kuasa Allah kalo sudah kun..maka fayakun..semua lancar, semua dipermudah..Allahu Akbar.
Dan cerita mukjizat lain yang saya dapatkan. Saya terbiasa rutin datang bulan di tanggal 21/22 setiap bulannya dan jadwal itu kaku, jarang bergeser waktu dan kalo tamu itu datang bisa sampai 10 hari baru bersih..boros yaaa..hehe
tapi saat undangan dari Allah itu datang saya datang bulan majuuu menjadi tanggal 17 dan persis malam hari tgl 22 januari bersih-sebersih-bersihnya..Subhanallah..
***
:Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh..
"Bapak/Ibu yang dirahmati Allah.."
"Perkenalkan saya Husin yang akan mendampingi Bapak/Ibu selama menjadi tamu Allah, jika Bapak/Ibu butuh bantuan, silahkan hubungi saya dengan senang hati akan membantu Bapak/Ibu.." Demikian kurang lebih sambutan sang Muthowif di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah sesampainya kami di Tanah Haram. Sedikit kaku karena kami baru berjumpa, walau ternyata setelah beberapa hari di sana kami temukan sosok yang hangat, humble, asyik, tak bosan menghubungi bahkan mengetuk pintu penginapan jemaah yang bandel dan tidak on time, paham kemauan jemaah yang kepo terhadap dunia lain selain haram mekkah dan medinah out of sechedule... maafkan Ustadz Husin, semoga selalu sehat dan silaturahmi tetap terjaga ya Ustadz :)
***
Hari 1 (Mekkah/22 Januari 2019 Jam 22.00WAS/23 Januari Jam 02.00 WIB)
di mekkah kami habiskan dengan umroh wajib
Dimulai dari bebersih diri di bandara dan berpakaian ihrom sekaligus mikot di Jeddah, setelah selesai kami menuju Rumah Nya..Allah..deg-deg an, gak karuan rasanya..selama ini hanya melihat wujudnya dalam bentuk gambar di sajadah, lukisan dinding, dan sekarang akan melihat secara langsung untuk pertama kali..
labbaik allahuma umratan..
Bisa ditebak, pertama kali kami berjumpa masjidil haram, apalagi kabah.. suasana hati pecah tak terkira..inilah impian, dream comes true..tempat dipersatukan umat muslim seluruh dunia tanpa membedakan harta, tahta, ras .. semua yang hitam putih, besar kecil, laki perempuan bersujud memohon ridho Mu..Tangis pun meluap.. Maha Agung Engkau Rabb..
***
Hari 2 (Mekkah, 23 Januari 2019)
Acara bebas, memperbanyak ibadah di masjidil haram
Hari 3 (Mekkah, 24 Januari 2019)
Kami city tour ziarah keota Mekkah, antara lain ke Jabal Nur, Tsur, Mudzadalifah, Mina dan berakhir di mesjid Ji'ronah
saat itu saya ikut ibadah umroh ke-2 sehingga kami ber MIQOT di masjid Ji'ronah
Hari 4 (Mekkah, 25 Januari 2019)
Merasakan sholat jumat di masjidil haram, kemudian kami kembali city tour mengunjungi museum di mekkah yang berisi segala property masjidil haram yang telah selesai waktu pakainya/dimuseumkan antara lain pintu menuju kabah, tiang penyangga kabah, sumur air zam-zam, maket pembangunan masjidil haram dan pelatarannya, alquran pertama kali dll selesai ziarah museum kami ke mesjid hudaibiyah untuk miqot umroh ke-3..masya allah badan gak ada capeknya di sana, semangat terus ibadah.
Hari 5 (Hijrah Mekkah-Medinah, 26 Januari 2019)
setelah solat subuh dan sarapan kami melaksanakan thawaf wada..sempat memegang dan mencium kabah, sedih, terharu bakal merindukan momen-momen indah di sini. Lalu seluruh rombongan bergerak menikmati perjalanan selama kurang lebih 6 jam di jalanan yang luar biasa mulus, laju mobil tak terasa kencang walaupun kecepatan 120 km/jam
Hari 6 (Medinah, 27 Januari 2019)
Ziarah ke Raudhah, makam Rasulullah dan kedua sahabatnya Abu Bakar dan Umar Bin Khattab, ada cerita menarik disini..sebelum masuk pintu rawdah para jemaah berebutan untuk tiba paling awal di pintu terdepan, begitu juga dengan kami. Ada satu orang jemaah rombongan kami yang berusia lanjut, berbadan gemuk, dan kalo jalan kakinya diseret begitupun saat berlari..beliau selalu menggandeng lengan kiri saya dan meminta agar selalu bersama saya, saya terharu karena mengingat ada cerita mamah waktu jemaah haji pernah jatuh saat berebutan masuk pintu Rawdhah. Dari ingatan yang dilempat ke tahun 2012 itu kembali aer mata gak bisa diajak kompromi, berlinanglah .. mengingat kejadian mamah dan ada sosok di samping yang sangat mirip dengan karakter mamah..semoga selalu sehat Mah, doa nana selalu ..
Hari 7 (Medinah, 28 Januari 2019)
Selain menjalankan ibadah di masjid Nabawi kami menyelinginya dengan kembali city tour. Kali ini ke kebun kurma, Jabal Uhud, Mesjid Qiblatain.
Ada kejadian bersejarah saat kami di perjalanan ke jabal uhud.
Memang sedari pagi kota Medinah sudah diguyur hujan, hal yang sangat sering terjadi di negeri kita, tapi sebuah mukjijat di negeri suci sana..
Sepanjang perjalanan menuju Uhud tampak air menggenang bahkan banjir.
Menurut Ustadz Husin hal itu sebenarnya sangat wajar terjadi, karena Pemerintah di kota Medinah tidak melakukan pembangunan yang baik atas drainase air, mengingat negara mereka bersuhu panas dan jarang terjadi hujan. Jadi bisa ditebak, saat hujan turun sebentar saja maka air sudah memenuhi seluruh kotanya. Wallahu A'lam..
Hari 8 (Medinah, 29 Januari 2019)
Seluruh rangkaiain wisata rohani hampir kelar, hari ini semua peralatan tempur selama di tanah suci harus kembali dirapikan, karena waktu bermukim di kota suci bumi Allah telah habis, tiket penerbangan mudik telah memperlihatkan bahwa jam 22.45 WAS kami harus meninggalkan kota ini..Ya Allah, perpisahan itu memang menyedihkan. Belumlah kita berpisah tapi perasaan rindu sudah muncul mendahuluinya..
Masjidil Haram, Kabah, Thawaf, Sai, Tahalul, berlarian mengejar solat fardu di dekat kabah, memandang kabah dengan tiada henti, solat dekat sekali dengan kabah, minum air zam-zam sepuasnya, nabawi yang cantik , kata kata halal-halal saat kita bertransaksi, tatapan tajam para pedagang toko yang bikin ngeri-ngeri sedep, askar laki dan perempuan yang gagah perkasa, ya Allah..Undang saya kembali ya Rabb..kurang rasanya..
Dahulu tidak percaya pada orang yang habis pulang haji/umroh bahwa ke tanah suci itu bikin ketagihan..lebaay menurut saya...Ampuunn Yaa Allah..saya membuktikan dengan hati dan perasaan yang terdalam..semua perkataan orang-orang itu benar adanya..
Dari sekian perjalanan saya menziarahi kota dan negara-negara lain, di sini saya merasakan pengalaman spiritual yang luar biasa..cuma saya yang tahu..dan saya ingin merasakannya lagi dan lagiiiii...kabulkan Ya Allah..aaamiin ya Rabbal Al

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar